Rupiah menguat karena adanya penyesuaian pasar pasca tekanan besar
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS.

Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Sumber foto: Antara/elshinta.com.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan di Jakarta, Rabu, bergerak menguat 20 poin atau 0,12 persen menjadi Rp16.936 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.956 per dolar AS.
Research and Development Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Taufan Dimas Hareva mengatakan, penguatan kurs rupiah mencerminkan adanya penyesuaian pasar pasca tekanan yang cukup besar dalam beberapa hari terakhir.
“Nilai tukar rupiah pada perdagangan hari ini bergerak cenderung stabil dengan kecenderungan fluktuatif terbatas, seiring pasar masih bersikap wait and see terhadap perkembangan sentimen global dan domestik,” katanya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu.
Namun demikian, lanjutnya, ruang penguatan rupiah masih relatif terbatas mengingat pelaku pasar tetap berhati-hati dan selektif dalam menempatkan aset berisiko.
Melihat dari sisi global, sentimen utama datang dari dinamika hubungan Amerika Serikat dan Eropa yang kembali memanas, terutama perihal isu kebijakan perdagangan dan potensi tarif tambahan.
Ketegangan tersebut dinilai meningkatkan ketidakpastian global dan mendorong volatilitas di pasar valuta asing.
Di sisi lain, lanjut Taufan, dolar AS masih mendapat dukungan dari ekspektasi suku bunga The Fed yang diperkirakan bertahan di level tinggi lebih lama, kendati terdapat tekanan akibat kekhawatiran perlambatan ekonomi global.
“Kondisi ini membuat aliran dana global cenderung bergerak dinamis antara aset safe haven dan emerging markets, termasuk Indonesia,” ungkap dia.
Untuk sentimen dari dalam negeri, masih dipengaruhi persepsi pasar terhadap stabilitas kebijakan moneter dan fiskal, serta langkah otoritas dalam menjaga stabilitas nilai tukar.
“Bank Indonesia tetap fokus menjaga keseimbangan antara stabilitas rupiah dan dukungan terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Taufan.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak menguat ke level Rp16.963 per dolar AS dari sebelumnya Rp16.981 per dolar AS.




