Top
Begin typing your search above and press return to search.

IHSG ditutup melemah seiring "profit taking" tertekan domestik-global

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar yang tertekan oleh sentimen dari dalam negeri dan mancanegara.

IHSG ditutup melemah seiring profit taking tertekan domestik-global
X

Sumber foto: Antara/elshinta.com.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah seiring dengan aksi profit taking (ambil untung) pelaku pasar yang tertekan oleh sentimen dari dalam negeri dan mancanegara.

IHSG ditutup melemah 124,37 poin atau 1,36 persen ke posisi 9.010,33. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 12,95 poin atau 1,47 persen ke posisi 871,41.

“IHSG bergerak melemah yang diwarnai dengan volatilitas tinggi akibat aksi profit taking,” ujar Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus alias Nico dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari dalam negeri, saham-saham berbasis Sumber Daya Alam (SDA) termasuk yang berkapitalisasi besar (big caps) tercatat melemah merespon kebijakan pemerintah yang mencabut izin Perizinan Berusaha Pemanfataan Hutan (PBPH) sebanyak 28 perusahaan di sektor kehutanan, perkebunan, energi, dan pertambangan.

Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) yang memutuskan mempertahankan BI-Rate tetap di level 4,75 persen atau sesuai ekspektasi, belum mampu menjadi katalis untuk menahan pelemahan IHSG.

Selain itu, Nico menyebut pelaku pasar juga tertekan seiring kekhawatiran terhadap independensi terkait pencalonan Deputi Gubernur BI, yang mana terdapat tiga nama calon yaitu Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solihin M Juhro.

“Pasar memiliki pandangan tentunya ini akan berpotensi kebijakan moneter yang berdekatan dengan politik sehingga ini akan mendorong intervensi pemerintah dalam kebijakan moneternya,” ujar Nico.

Dari mancanegara, Nico menyebut pelaku pasar khawatir terhadap ketegangan geopolitik seiring ancaman baru Amerika Serikat (AS) untuk mengakuisisi Greenland, serta adanya ancaman tarif baru Presiden AS Donald Trump terhadap Eropa terkait Greenland.

Kemudian, fokus pelaku pasar akan tertuju kepada pidato Trump di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, dan KTT darurat Uni Eropa di Kota Brussels, Belgia.

Dibuka melemah, IHSG betah di teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, sepuluh sektor melemah yaitu dipimpin sektor barang baku yang naik sebesar 2,49 persen, diikuti oleh sektor barang konsumen non primer dan sektor industri yang naik masing-masing sebesar 2,08 persen dan 1,86 persen.

Sedangkan, satu sektor menguat yaitu sektor barang konsumen primer yang menguat sebesar 0,33 persen.

Saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yaitu UNTR, REAL, YELO, TOSK dan JGLE. Sedangkan saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yakni ESIP, BELL, HDIT, KIOS, dan UANG.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 4.032.229 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 61,67 miliar lembar saham senilai Rp34,22 triliun. Sebanyak 170 saham naik, 546 saham menurun, dan 77 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei melemah 278,00 poin atau 0,52 persen ke 52.713,10, indeks Shanghai menguat 3,29 poin atau 0,08 persen ke 4.116,93, indeks Hang Seng menguat 97,55 poin atau 0,37 persen ke 26.585,06, indeks Kuala Lumpur menguat 6,75 poin atau 0,40 persen ke 1.705,81, dan indeks Strait Times melemah 18,12 poin atau 0,38 persen ke 4.809,87.

Sumber : Antara

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire